Foto: Lif
Foto: Lif
BT.com, Tuban – Pemasaran produk melalui platform digital dan layanan  delivery order (DO) atau layanan pesan antar nampaknya sudah menjadi salah satu strategi yang mulai digunakan oleh pelaku bisnis di Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Bahkan, kebanyakan dari pelaku bisnis tersebut tidak memiliki outlet atau toko secara offline. Mereka mengerjakan pesanan dari pelanggan dan bertransaksi cukup dari rumah saja. Hal ini pula yang melatarbelakangi berdirinya Burger Mini Al Fatih.
Evi Aviatur Rohmah, pemilik brand Burger Mini Al Fatih mengatakan, dirinya selama ini hanya mengandalkan platform digital dan sistem DO dalam menjalan bisnisnya. Semua proses pembuatan dan trasaksi penjualannya Ia lakukan dari rumah.
Menurut dia, saat ini kebanyakan masyarakat, khususnya yang tinggal di Kecamatan Tuban dan sekitarnya, sudah mulai menggunakan platform digital dalam segala aspek kesehariannya.
Apalagi, ditambah dengan kondisi seperti saat ini dimana seluruh daerah di Indonesia terpapar pandemi Covid-19 yang mengakibatkan orang harus mengurangi aktivitasnya di luar rumah.
“Zaman sekarang orang-orang lebih suka DO kan, nunggu di rumah lalu barang diantar,” kata dia saat dikunjungi bisnistuban.com di rumahnya Jalan Kelengkeng Perum Widengan Indah Kelurahan Gedongombo Semanding Tuban, Selasa (23/2).
Evi menjelaskan, ide awal mencoba bisnis kuliner burger sendiri karena adanya pandemi. Sebelumnya, dia sudah menjalani bisnis kosmetik selama beberapa tahun.
Ia mengaku, burger merupakan makanan kesukaannya sejak dahulu. Bahkan, disela-sela kesibukannya, dirinya sering membuat burger untuk dikonsumsi keluarga.
“Pada intinya ide muncul karena efek pandemi. Awal mulanya memang sejak pandemi jualan kosmetik saya menurun. Dari dulu memang burger jajanan kesukaan,” tandasnya.
Evi menyampaikan, validasi pasar terhadap produk kuliner tersebut pertama kali dilakukan kepada teman-teman terdekatnya. Lantas, karena burgernya dianggap enak dan layak dijual kemudian dirinya memberanikan diri untuk memasarkannya di media sosial.
“Tadinya saya kurang percaya diri, tapi teman-teman bilang enak, jadi lebih semangat sejak teman-teman bilang enak dan cocok dijual,” ungkap perempuan kelahiran Bangilan ini.
Saat ini, Evi sudah berhasil menjual burgernya 7 boks sampai 12 boks per hari. Selain itu, omzet yang ia dapatkan per bulannya juga rata-rata mencapai 2 juta rupiah sampai 2,5 juta rupiah per bulan.
Selama ini, Ia hanya memasarkan produknya melalui Facebook dan WhatsApp saja. Rencananya, ke depan Evi juga akan membuka outlet secara offline burger miliknya. Hanya saja saat ini masih terkendala pada modal.
Sekadar informasi, harga per boks Burger Mini Al Fatih ini adalah 12 ribu rupiah dengan per boks berisi dua burger. Namun, jika membeli 2 boks ia hanya menarik harga 20 ribu rupiah saja.
“Alhamdulillah yang pernah pesan ya repeat order (memesan kembali). Tapi tidak setiap hari, namanya juga jajan,” tutupnya. (Lif/RIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here