Foto: kompas.com
Foto: kompas.com
BT.com, Tuban – Sepanjang tahun 2020 kemarin bisnis konstruksi mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19.  Namun, PT Hutama Karya (Persero) meyakini bahwa bisnis ini akan mengalami pertumbuhan di tahun 2021.
Hal ini karena dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 mengenai daftar proyek strategis nasional. Di tahun 2021 ini setidaknya terdapat 210 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan total nilai investasi sebesar 4.810 triliun rupiah.
Berdasarkan Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran infasstruktur sebesar 417 triliun rupiah.
Angka itu mengalami kenaikan sebesar 48 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 281 triliun rupiah. Hal ini bertujuan untuk mengejar proyek-proyek yang tertunda di tahun 2020.
Direktur Utama PT Hutama Karya, Budi Harto, menyampaikan bahwa pada tahun 2021 ini sektor konstruksi akan mengalami fase pemulihan. Hal ini didukung oleh dampak positif dari ditemukannya vaksin Covid-19.
“Hal tersebut tentunya akan meningkatkan movement of people sehingga kegiatan konstruksi yang semula tertunda perlahan dapat kembali berjalan normal,” kata Budi dalam keterangan resmi yang diterima bisnistuban.com di Tuban, Rabu (10/2).
Budi mengatakan, pada tahun 2021 ini Hutama Karya akan fokus pada kontrak-kontrak strategis, termasuk di dalamnya proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta mengoptimalkan anak perusahaan.
Ia menargetkan perolehan nilai kontrak tahun ini sebesar 20 triliun sampai 21 triliun rupiah.
“Kami juga mengestimasi pertumbuhan bisnis konstruksi Hutama Karya di tahun 2021 khususnya pada pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera,” ujarnya.
Budi juga menjelaskan, optimisme tumbuhnya bisnis konstruksi ini muncul karena pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Hal ini untuk mendukung pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
Ada beberapa kebijakan pembangunan infrastruktur yang akan dijalankan pada tahun 2021 ini, yakni penguatan infrastruktur digital serta efisiensi logistik dan konektivitas.
Selain itu, pembangunan akan diarahkan dalam bentuk infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata, pembangunan sarana kesehatan masyarakat dan penyediaan kebutuhan dasar (air, sanitasi, pemukiman).
Program Ini untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional, dan penyelesaian kegiatan-kegiatan prioritas yang tertunda pada tahun 2020.
Budi mengungkapkan, awal tahun 2021 ini, Hutama Karya sedang dan akan menggarap beberapa proyek strategis diantaranya Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi Rawa Kabupaten Kapuas, proyek dari Angkasa Pura I untuk Peningkatan Daya Dukung Perkerasan Runway Eksisting dan Perpanjangan Runway serta Sarana Penunjang di Bandara Internasional Lombok, Proyek LPG Tuban di Jawa Timur, hingga Pembangunan Jalan Tol Kediri – Tulung Agung.
“Selain itu terdapat beberapa tender proyek konstruksi diluar JTTS yang sedang diikuti oleh Hutama Karya termasuk diantaranya beberapa Proyek KPBU. Proyek Bendungan, infrastruktur jalan, dan EPC masih menjadi andalan kami. Di tahun ini pula, perusahaan juga akan fokus pada optimalisasi anak perusahaan,” tambahnya. (Lif/RIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here