Foto: Lif
Foto: Lif

BT.com, Tuban – Kabupaten Tuban memiliki banyak potensi sumber daya alam, salah satunya kekayaan laut berupa ikan. Bahkan, lapangan usaha perikanan menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Tuban.

Berangkat dari kekayaan ikan di daerahnya yang berada di pesisir pantai Laut Jawa, Rudik Hartono (25) pemuda dari Kecamatan Palang ini memanfaatkan potensi besar tersebut untuk menjadi pundi-pundi rejeki dengan berbisnis jual beli ikan segar seperti cumi, kerapu, kuningan, golok (moto ombo), togek dan terumpah.

Rudik membeli ikan langsung dari perahu-perahu nelayan yang baru pulang dari melaut. Dengan begitu dia bisa mendapatkan ikan-ikan segar yang menjadi salah satu nilai lebih komoditas jualannya tersebut.

“Saya mengutamakan kualitas ikan, harus ikan yang segar,” kata dia saat ditemui bisnistuban.com beberapa waktu yang lalu.

Rudik mengaku, saat pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia selama setahun belakangan ini menjadi berkah tersendiri baginya. Sebab, kebanyakan masyarakat enggan untuk keluar rumah dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Dengan memasarkannya melalui platform digital seperti Facebook dan Whatsapp, Ia juga mengantarkan langsung ikan segarnya ke rumah-rumah pelanggan yang sudah memesan.

“Untuk pasar ikan segar saya jualan ke rumah tangga. Perumahan kemudian rumah tangga perkotaan. Saya mengambil barang langsung dari nelayan dan langsung saya kirim ke rumah-rumah konsumen,” tambahnya.

Hanya saja, menurut Rudik, kendala bisnis penjualan ikan segar ini adalah ketersediaan barang yang bergantung pada kondisi cuaca. Saat ombak besar, para nelayan susah mendapatkan ikan. Hal itu mengakibatkan ketersediaan ikan segar juga minim.

“Kesulitan saya untuk ketersediaan barang adalah cuaca, shingga nelayan susah untuk cari ikan. Ada beberapa jenis ikan yang permintaannya saat tinggi tidak bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam kota Tuban, Rudik juga sudah mengirimkan ikan segarnya ke beberapa daerah seperti Malang, Surabaya dan Blitar. Dari bisnis jualan ikan segar itu, Ia mengaku bisa mendapatkan keuntungan rata-rata 4 juta per bulannya.

“Kalau kondisi cuaca bagus sehingga ikan banyak dan permintaan konsumen terpenuhi, keuntungan ada sekira 4 juta rupiah setiap bulannya,” tutupnya. (Lif/HK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here