BT.com – Tuban, Kebijakan pemerintah tentang PPKM membuat omzet atau pendapatan sejumlah UMKM menurun. Seperti yang dialami Muhamad Azhar, pemilik Konveksi Intan Busana di Kelurahan Mondokan, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Senin, (30/08/2021).

Adanya pembatasan aktifitas dan kegiatan saat PPKM, membuat omzet usaha Konveksi yang berdiri sejak tahun 2004 silam tersebut menurun hingga 50 persen.

Azhar menceritakan, pada awal pandemi, usaha konveksi miliknya mengalami penurunan pesanan hingga setengah atau 50 persen di banding sebelum pandemi.

Sebelumnya, ia mampu meraih omzet hingga Rp 30 juta dalam sebulan. Namun saat awal pandemi turun menjadi di bawah Rp 15 juta. “Awal pandemi dulu omzet langsung turun 50 persen. Alhamdulillah sekarang setelah PPKM melandai omzet mulai naik lagi,” jelasnya.

Dikatakannya, PPKM yang mulai melandai di Kabupaten Tuban saat ini, membuat ia dan 4 kariayawannya kembali bisa bernafas lega. Pasalnya, pesanan baju ataupun seragam mulai berangsur tinggi.

Disampaikannya, setelah pemerintah mengijinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah Zona kuning (Kabupaten Tuban), permintaan pesanan seragam arau kaos sekolah di konveksi miliknya kembali naik.

“Ini pesanan daei sekolahan mulai ada lagi, seperti seragam olahraga dan baju lainnya,” bebernya.

Bahkan dalam sehari, lanjut Azhar, konveksi miliknya mampu memproduksi pakaian sebanyak 70 hingga 100 baju. Tergantung tingkat kesulitan dan kerumitan pakaian.

Ia berharap, Pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga kegiatan kemasyarakatan bisa kembali normal dan pesanan baju bisa naik kembali. “Semoga Pandemi ini segera berakhir,” harapnya. (Dinn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here