Foto: Lif
Foto: Lif
BT.com, Tuban – bagi para penghobi burung, khususnya burung kicau, sangkar burung adalah salah satu hal yang selalu menjadi perhatian. Sebab, dengan sangkar atau kandang yang menarik dan unik, hal itu akan menjadi daya tarik tersendiri.
Bicara mengenai sangkar burung, di Desa Kedungrojo Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, ada seorang pengrajin sepesialis memperindah sangkar burung perkutut dengan motif dan gambar yang unik dan menarik, seperti tokoh wayang dan lain-lain.
Rukayin (33), pengrajin gambar sangkar burung perkutut motif tersebut mengatakan bahwa pelanggan sangkar burung miliknya rata-rata dari Bojonegoro, Surabaya, Malang, Blitar, Bandung Jawa Barat dan lain-lain.
Menariknya, Rukayin tidak pernah memasarkan sendiri hasil kerajinannya itu. Pasalnya, rata-rata pelanggan datang sendiri ke rumahnya dan memesan gambar sesuai seleranya.
Untuk pengiriman luar daerah, lanjut dia, biasanya ada pengepul yang datang ke rumah dan memasarkannya sampai ke luar daerah.
“Tidak memasarkan sendiri, menerima pesanan dari rumah, gambarnya mengikuti pembeli,” ujar dia saat ditemui bisnistuban.com di rumahnya, Rabu (10/3).
Dari usahanya itu, Rukayin mengaku bisa mendapatkan omzet 7 juta rupiah per bulan. Dengan harga per sangkarnya mencapai 1,5 juta rupiah sampai 3,5 juta rupiah, Ia bisa menyelesaikan 5 sangkar burung setiap bulannya.
“Tergantung motif dan kesulitannya saat menggambar, bahkan harganya bisa 6 juta, jika memang sulit,” katanya.
Rukayin mengungkapkan, bahan mentah sangkar burungnya itu Ia dapatkan dari Madura. Dia juga memesan ukiran kayu untuk mahkota dan kaki sangkar burung dari rekanannya. Ia hanya melakukan proses poles dan menggambar motif sekaligus clearing.
Clearing ini butuh pengerjaan khusus, tidak bisa terlalu terkena panas dan juga tidak bisa terlalu dingin cuacanya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, usaha kerajinan sangkar burung bermotif ini relatif stabil karena selalu ada saja penikmat burung kicau yang membutuhkan kandang yang unik.
“Usaha ini standar, tidak bisa naik turun. Selalu ada yang butuh sangkar burung bermotif,” jelas Rukayin.
Rukayin mengaku bergelut dengan dunia kerajinan sangkar burung bermotif ini sudah 21 tahun. Namun, Ia baru mulai membuka usaha sendiri pada tahun 2020 lalu.
“Buka usaha sendiri karena ingin mandiri, lebih maju,” tambah dia.
Tidak hanya sangkar burung, Rukayin juga menerima pesanan untuk menggambar motor, helm, tembok dan lukisan. Hanya saja, saat ini Ia masih fokus mengerjakan sangkar burung.
“Masih kewalahan di sangkar burung, jadi yang lain belum bisa dipegang,” pungkasnya. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here