Foto: Dinn
Foto: Dinn
BT.com, Tuban – Budidaya jamur tiram adalah salah satu peluang agribisnis yang menjanjikan. Jamur ini dikenal memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia.
Bayu Indrayana (22), pemuda asal Dusun Ngemplak, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur ini mengisi waktu senggangnya dengan mencoba membudidayakan jamur tiram di bekas kandang ayam miliknya.
Pemuda lulusan D3 Jurusan Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2020 ini mencoba mencari peluang bisnis budidaya jamur tiram di pekarangan rumahnya sejak November 2020 lalu.
Memanfaatkan ilmu yang ia dapat dari perkuliahan dan hobi berkebun sejak kecil, usaha budidaya jamur yang ia rintis baru-baru ini berjalan cukup lancar. Bahkan, saat ini ia mampu memanen dan menjual langsung jamur tiram hasil pembudidayaannya setiap hari.
“Saya mulai budidaya ini baru November kemarin. Karena kebetulan jurusan kuliah saya diperkebunan jadi hasil budidaya jamurnya cukup bagus dan Alhamdulillah banyak laku dipasaran,” kata Bayu kepada bisnistuban.com di rumahnya, Selasa (9/3).
Remaja yang dulu bersekokah di SMA 3 Tuban ini memasarkan hasil panen jamur tiram miliknya di cafe-cafe dan juga pasar tradisional di Tuban.
“Biasanya saya setor di cafe-cafe yang menyediakan cemilan olahan jamur, selain itu tetangga juga banyak yang beli di sini Karena memang jamur budidayanya kondisinya bagus,” sambungnya.
Waktu awal budidaya, Bayu hanya membeli Baglog atau media pertumbuhan jamur sebanyak 150 buah saja. Namun seiring permintaan pasar yang cukup besar, Ia menambah Baglog lagi agar produksi semakin banyak.
“Sekarang sudah ada sekitar 600 Baglog. Dan Alhamdulillah per hari bisa panen 2 Kg sampai 4 Kg. Itu setiap hari,” imbuhnya.
Setiap panen, Bayu mengaku jika Jamur miliknya selalu laku habis terjual. Bahkan ia sempat kualahan melayani permintaan jamur dari pelanggan yang cukup tinggi.
Ia mengatakan jika awal mula bisnis budidaya jamur ini ia lakukan untuk mengisi waktu luang saja sembari mencari lowongan pekerjaan di kebun kelapa sawit.
“Ya mulanya iseng-iseng aja untuk ngisi waktu luang agar ada kegiatan dan tidak nganggur setelah lulus kuliah, tapi Alhamdulillah ternyata hasil untungnya lumayanlah buat pemasukan setiap hari,” bebernya.
Bayu yang memiliki akun Intagram @bayu.coy ini biasa menjual jamur miliknya seharga 15 ribu hingga 20 ribu rupiah per kilogramnya. (Dinn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here