BT.com – Tuban, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban memusnahkan Barang Bukti (BB) ganja seberat total 1,5 Kg hasil pengungkapan kasus di wilayah setempat, Rabu, (04/08).

Barang bukti ganja hasil pengungkapan penyelundupan ganja dengan cara di simpan di dalam paket bantal dan dikirim via JNE tersebut, dimusnahkan dengan cara di bakar di depan kantor BNNK Tuban.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tuban Riyadi, Kalapas Tuban, Kasat Narkoba Polres Tuban, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Tuban dan Pengadilan Negeri Tuban serta instansi terkait lainnya.

Kepala BNNK Tuban, AKBP I Made Arjana mengungkapkan, setelah disisihkan sesuai ketentuan Undang-undang dan sudah mendapatkan ketetapan status dari kejaksaan serta uji labolatorium, maka sesuai waktu yang sudah ditentukan pemusnahan BB dilakukan saat ini. Sementara BB yang sudah disisihkan akan dipergunakan untuk sidang di pengadilan.

“Penyisihannl barang buktinya kita gunakan untuk disidang Pengadilan. Tersangka ini jiga mengakui jika ganja ini miliknya yang diselundupkan di Parengan,” jelasnya.

I Made mengungkapkan, sesuai pasal 114 ayat 2 UU tentang Narkotika, tersangka terancam hukuman mati atau kurungan minimal 6 tahun penjara. “Hukuman berat ini dijatuhkan karena tersangka bukan hanya memiliki, menguasai, menyimpan dan menyediakan. Melainkan sebagai perantara, pengedar serta jual beli yang menghasilkan uang,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini pihaknya juga masih melakukan pengembangan kasus penyelundupan ganja yang dilakukan tersangka BM. Dimana sebelumnya, pelaku BM yang asli Riau ini mencoba mengelabuhi petugas dengan memesan Ganja yang dibungkus didalam bantal dan dikirim via JNE.

Kaitan proses hukum, saat ini pelaku BM yang tinggal Di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan ini sudah proses di kejaksaan. Dan sementara pelaku dititipkan di BNP Jatim lantaran BNNK Tuban belum memiliki ruang tahanan.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban, Riyadi menambahkan, Narkotika menjadi masalah yang terus menggerogoti bangsa dari hulu sampai hilir.
Narkotika merupakan ancaman serius bagi bonus demografi Indonesia. Karena itu, kalau Narkotika tidak ditanggukangi bersama sama dikhawatirkan bisa merusak generasi banhsa.

“Pemusnahan BB ganja pada hari ini merupakan momentum yang baik untuk terus memerangi Narkoba,” tegas Riyadi.

Dengan pengungkapan kasus tersebut, diharapkan ke depan BNN Tuban dapat mengungkap lebih banyak kasus peredaran gelap narkotika. Khususnya di wilayah Kabupaten Tuban. (Dinn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here