Kapolsek Jenu, AKP Rukimin saat memeriksa pelaku.

BT.com- Tuban, Anggota jajaran Polsek Jenu, Polres Tuban, mengamankan seorang pemuda berinisial GMA (28), asal Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

GMA dibekuk pihak kepolisian lantaran diduga melakukan investasi bodong jual beli kelinci secara online hingga berhasil menipu kurang lebih 50 orang dari berbagai kecamatan di kabupaten Tuban. Dari modus tersebut, kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliyar.

Aksi penipuan itu diketehui setelah salah satu korban melaporkan di Polsek Jenu. Setelah menerima laporan jajaran polsek Jenu melakukan penangkapan tersangka guna dimintai keterangan.

Kapolsek Jenu, AKP Rukimin menyampaikan cara penjual kelinci tersebut membuat percaya konsumennya dengan memberi pelayanan terbaik di transaksi pertama dan kedua. Kemudian di transaksi ketiga baru mulai melakukan penipuan.

“Pelaku ini awalnya menjual kelinci melalui sosial media seperti FB dan WA. Pada pembelian pertama lancar, selanjutnya pada pembelian yang ketiga kalinya baru dimulai penipuannya,” ungkapnya, Sabtu, (23/10/2021).

Lebih lanjut Rukimin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terungkap, bahwa pelaku sudah melakukan penipuan kurang lebih 60 orang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tuban. Untuk setiap korban kerugian bermacam-macam, mulai dari jutaan sampai ratusan juta. Kalau ditotal sekitar Rp 1,5 miliar lebih.

“Tak hanya penipuan jual beli, tapi yang bersangkutan ternyata juga melakukan penipuan dengan modus investasi bisnis kelinci. Modusnya sama awalnya diberi keuntungan yang menggiurkan tapi akhirnya juga melakukan penipuan,” terangnya.

Guna proses penyelidikan lebih lanjut dan mencegah adanya korban lain kini pelaku diamankan di Polsek Jenu. Dan sampai sekarang petugas kepolisian masih mendata para korban yang telah menjadi korban penipuan.

“Pasal yang kami terapkan yaitu pasal 378/372 dengan ancaman 4 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara menurut pengakuan GMA, dirinya melakukan penipuan kerena terlilit hutang. Jika dihitung keseluruhan uang hasil penipuannya mencapai Rp2 miliar lebih. Untuk di Kecamatan Jenu jumlah yang ketipu lima sampai enam orang.

“Sekitar 60 orang. Uang yang saya pakai sekita satu miliar lebih. Untuk membayar hutang,” ungkap tersangka GMA.(Dinn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here