Foto: MCT Tuban
Foto: MCT Tuban

BT.com, Tuban – Beberapa daerah di Kabupaten Tuban terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi minggu-minggu terakhir ini. Hal ini mengakibatkan wilayah-wilayah tersebut dilanda banjir. Salah satunya Jalan Pantura yang berada di Desa Tunah dan Gesing yang masuk wilayah Kecamatan Semanding.

Tidak hanya jalan, banjir juga menggenangi kawasan persawahan yang berada di sekitar jalan. Titik terparahnya berada di selatan Jembatan Kepet. Kedalaman airnya mencapai 20 sampai 30 centimeter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tuban, Agung Supriadi mengungkapkan, banjir yang menggenangi Jalan Pantura tersebut diakibatkan oleh kiriman air dari bukit dan dataran tinggi di sekitar lokasi.

Menurut dia, saluran air di tepian jalan itu tidak mampu menampung kiriman air dari bukit karena debitnya yang terlalu tinggi.

“Dugaan sementara karena intensitas hujan yang tinggi,” ujar dia sebagaimana dilansir dari Media Center Tuban, Kamis (21/1).

Agung menjelaskan, dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun belakangan ini, penataan lahan dan wilayah di sekitar lokasi mengalami perubahan.

Ia menduga, perubahan tata lahan dan wilayah tersebut menjadi penyebab terjadinya banjir.

“Perubahan tersebut tidak menutupkan kemungkinan menjadi penyebab banjir. Sehingga perlu dilakukan kajian lahan dan wilayah secara menyeluruh,” jelasnya.

Agus mengklaim bahwa banjir tidak disebabkan oleh pembangunan jembatan baru Kepet. Untuk memastikannya, Ia akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Akan dilakukan koordinasi dengan semua pihak dan pemangku kebijakan dari Kabupaten Tuban, provinsi, dan pusat,” pungkasnya. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here