Foto: Dinn
Foto: Dinn

BT.com, Tuban – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah mulai menyalurkan dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap dua kepada 19.592 pelaku usaha mikro di wilayah setempat.

Sesuai dengan Peraturan Kementerian Koperasi (Kemenkop) UKM Nomor 2 Tahun 2021. Setiap pelaku usaha mikro yang terdaftar di BNI Tuban tersebut akan menerima bantuan langsung dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.

Pemimpin BNI Cabang Tuban, Eri Prihartono mengatakan bahwa pihaknya menarget penyaluran kepada 19.592 penerima BPUM selesai sebelum lebaran.

“Kita targetnya sudah tersalurkan sebelum lebaran,” kata dia kepada bisnistuban.com di Tuban, Rabu (21/4).  

Eri menjelaskan, proses pencairan dana BPUM ini akan dilakukan di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban sesuai jadwal yang telah ditentukan. Yakni dalam sehari ada tiga titik di tiga kecamatan guna menghindari kerumunan di tengah Pandemi Covid-19.

“Dari tiga kecamatan itu terakumulasi 1.500 penerima yang tersalurkan dalam sehari. Sehingga pemerima BPUM bisa segera menerima bantuan sebelum lebaran. kita dari BNI Tuban tidak ingin memperlambat sehingga masyarakat penerima kecewa,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam proses penyalurannya nanti BNI meminta masyarakat agar tidak memercayai kabar bohong apabila terdapat informasi BPUM akan hangus jika tak diproses dalam tiga hari. Padahal, sesuai Permenkeu batas akhir pengambilan hingga Juni 2021.

“Kita minta masyarakat jangan percaya hoax kaitan BPUM. Untuk besaran bantuan yang diterima pelaku usaha mikro tahap 2 ini sebesar Rp 1,2 juta, bukan Rp 2,4 juta. Dan batas pencairannya itu sampai Juni ya,” tutur Eri.

Eri mengungkapkan, karena adanya kabar bohong mengenai pencairan BPUM masyarakat jadi berbondong-bondong ke kantor cabang dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Oleh karena itu, Ia mengimbau agar selama proses pencarian BPUM, para penerima patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Misalnya, jangan sampai berkerumun, tetap mematuhi physical distancing, memakai masker, dan lainnya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Program pemerintah pusat berupa BPUM ini diberikan kepada pelaku usaha mikro yang memenuhi syarat dan ditetapkan jadi penerima bantuan oleh Kemenkop UKM.

Lalu proses pencairan dana dapat dilakukan setelah penerima BPUM menandatangani dan menyampaikan SPTJM (surat pernyataan tanggung jawab mutlak) di cabang BNI. Syarat tersebut sesuai dengan ketentuan Kemenkop UKM.

Syarat lain adalah menunjukkan e-KTP, buku tabungan, kartu debit BNI dan penerima menandatangani SPTJM pada saat datang ke cabang BNI.

Setelah memenuhi seluruh persyaratan, penerima dapat mencairkan dana BPUM melalui ATM BNI, ATM Link, ATM Bank Lain atau Agen46 atau kantor cabang BNI terdekat.

Namun, penarikan di ATM bank lain dan di Agen46 dikenakan biaya. Selain menggandeng BNI, penyaluran BPUM tersebut juga mengajak BRI. (Dinn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here