Foto: indozone.id
Foto: indozone.id
BT.com, Tuban – TikTok Cash dan Vtube dinilai bukan merupakan penyedia jasa keuangan dan belum memiliki izin investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau bisa dikatakan bahwa kedua platform tersebut masih ilegal.
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing menyampaikan bahwa pihaknya akan membekukan TikTok Cash dan Vtube jika melanggar dan merugikan masyarakat.
Ia menegaskan, OJK melalui Satgas Waspada Investasi melakukan penanganan investasi ilegal melalui pembekuan dalam rangka perlindungan masyarakat.
“Jadi, bukan OJK membekukan tapi Satgas Waspada Investai yang beranggotakan 13 Kementerian dan Lembaga,” ujarnya sebagaimana keterangan yang diterima bisnistuban.com di Tuban, Rabu (10/2).
Tongam mengungkapkan, Vtube sudah termsauk dalam daftar investasi ilegal sejak Juli 2020 dan sampai saat ini masih dinyatakan ilegal.
Menurut dia, kegiatan Vtube belum memiliki izin dan merugikan masyarakat karena dilakukan dengan membeli peringkat keanggotaan serta mengajak masyarakat bergabung.
Sementara TikTok Cash adalah kegiatan tanpa izin dan diduga merupakan money game. Para member diminta untuk mem-follow, like dan menonton berdasarkan level keanggotaan yang harus dibeli.
Setelah melakukan semua langkah tersebut, setiap akun akan mendapatkan bonus referral sampai tiga layer.Kegiatan tersebut dilakukan dengan sistem gali lubang tutup lubang, peserta terdahulu akan dibayar oleh peserta yang baru datang.
“Cepat atau lambat, kegiatan ini akan collapse saat tidak ada anggota yang daftar, SWI sudah meminta Kemenkominfo memblokir situs, web atau aplikasi TikTok Cash karena berpotensi merugikan masyarakat,” jelasnya. (Lif/RIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here