Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BT.com, Tuban – Selama pandemi Covid-19 berlangsung hampir setahun ini, kondisi perekonomian masyarakat mengalami pukulan telak. Banyak usaha yang telah lama dibangun terpaksa harus gulung tikar.

Kondisi ini pula yang dialami oleh pelaku bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tuban. Kebanyakan mereka tertekan oleh pandemi dan sulit untuk memasarkan produknya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menyampaikan bahwa kondisi UMKM secara umum sangat terpuruk akibat pandemi.

“Bisa produksi tapi pasar tidak ada, yang beli tidak ada. kemudian daya beli masyarakat juga turun,” ungkap dia kepada tim bisnistuban.com yang berkunjung ke kantornya di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo No.117 Tuban, Senin (1/2) sore.

Ditambah lagi, kata Agus, akses penjualan produk UMKM saat ini juga sangat terbatas karena banyak lokasi dan kegiatan yang dibatasi. Hal ini tentu saja menjadikan pelaku usaha sangat terpukul.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Diskoperindag Tuban setidaknya terdapat 93.686 pelaku UMKM yang mengalami dampak luar biasa akibat adanya pandemi ini.

“Mereka pelaku usaha yang tidak punya sumber pendapatan rutin, mengandalkan hasil jualan, (dampaknya) sangat luar biasa,” ujarnya.

Agus mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan pelbagai upaya dan terobosan untuk membantu pelaku UMKM agar tetap bertahan di tengah gempuran ekonomi ini. Salah satu yang sudah dilakukan adalah menggelar pasar murah.

Selanjutnya, Diskoperindag juga memberikan bantuan modal bagi pelaku usaha yang mengalami dampak berarti akibat pandemi.

“Memang tidak banyak, yang usahanya makanan minuman, kita bantu modal 1 juta rupiah. Yang kerajinan batik dan sebagainya yang mereka sama sekali tidak bisa, kita dorong dengan modal 2 juta rupiah,” jelasnya.

Tidak hanya pasar murah dan bantuan modal, Diskoperindag juga menggelontorkan bantuan berupa tempat dan peralatan usaha, khususnya bagi para pedagang yang berjualan di pasar krempyeng (pasar kecil).

Hal itu untuk memudahkan pelaku usaha agar bisa berjualan dengan nyaman karena memiliki tempat dan peralatan yang layak.

“Itu kita bantu meja kemudian lapak, itu diantaranya yang kita lakukan,” ucap Agus.

Penulis: Hendri Kurniawan
Editor: Hendri Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here