Membaca Pembangunan Ekonomi Tuban

944
0

Setiap daerah tentu membutuhkan pembangunan ekonomi agar kesejahteraan masyarakatnya dapat terjamin. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan harus selalu berpihak kepada masyarakat.

Sebab, dengan lahirnya kebijakan itu taraf hidup masyarakat dapat distimulasi, lapangan pekerjaan akan terbuka luas, pendapatan masyarakat dapat terdistribusi secara merata dan hubungan ekonomi regional dapat ditingkatkan.

Dalam merencanakan pembangunan ekonomi, setiap daerah membutuhkan data penunjang yang kemudian digunakan sebagai dasar penentu kebijakan. Dengan begitu, kebijakan yang dikeluarkan dapat sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Tidak hanya itu, melalui pemanfaatan data, kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan juga dapat dipantau dan dievaluasi. Data-data itu penting lantaran dapat menggambarkan keadaan masa silam, masa kini dan masa yang akan datang.

Salah satu data-data yang dapat digunakan sebagai penunjang pembangunan ekonomi adalah data mengenai Produk Domestik Bruto Regional (PDRB).

Secara definisi, PDRB merupakan nilai tambah bruto dari seluruh produk barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan pada suatu daerah tertentu yang diakibatkan oleh serangkaian aktivitas ekonomi dalam periode tertentu tanpa memperhatikan faktor produksi yang dimiliki residen atau non-residen.

Data-data mengenai pendapatan suatu daerah digunakan menjadi indikator makro dalam menunjukkan kondisi ekonomi setiap tahunnya.

PDRB harga berlaku digunakan untuk memperlihatkan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu daerah tertentu. Maka dari itu, nilai PDRB yang besar lapangan usaha tertentu menggambarkan bahwa kemampuan sumber daya ekonomi tersebut sangat besar.

Demikian juga berlaku sebaliknya. Nilai PDRB yang kecil yang dihasilkan oleh lapangan usaha tertentu memperlihatkan bahwa kemampuan sumber daya ekonomi daerah tersebut masih tertalu kecil.

Distribusi PDRB harga berlaku menurut lapangan usaha juga digunakan untuk menggambarkan struktur ekonomi dan peranannya dalam pembangunan ekonomi suatu daerah. Lapangan usaha yang berkontribusi besar terhadap PDRB menunjukkan basis ekonomi daerah itu.

Sementara untuk PDRB harga konstan digunakan untuk melihat laju pertumbuhan ekonomi seluruh lapangan usaha maupun setiap kategori dari tahun ke tahun.

Selanjutnya PDRB per kapita atas dasar harga berlaku digunakan untuk melihat nilai PDRB satu orang penduduk dalam suatu wilayah. Sementara PDRB per kapita atas dasar harga konstan digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan riil ekonomi per kapita penduduk suatu wilayah.

Pada tahun 2018 kemarin, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, nilai PDRB harga berlaku Kabupaten Tuban sebesar 60,8 triliun Rupiah.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2017, nilai PDRB harga berlaku Tuban hanya mencapai 56,5 triliun Rupiah.

Sementara itu, nilai PDRB harga konstan juga mengalami kenaikan, yakni sebesar 43,1 triliun Rupiah. Tahun sebelumnya, nilai PDRB harga konstan hanya mencapai 41 triliun Rupiah.

Nilai PDRB per kapita Kabupaten Tuban juga mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2017 lalu, nilainya hanya mencapai 48,56 juta Rupiah, pada tahun 2018 ini PDRB per kapita daerah ini mencapai 52,08 juta Rupiah.

Dengan data-data perekonomian di atas, sekiranya kita sudah bisa menyimpulkan bahwa sektor ekonomi di Kabupaten Tuban terus mengalami peningkatan dan pertumbuhan, meskipun angkanya kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here