Foto: pertamina.com
Foto: pertamina.com

BT.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian RI) menggelar sosialisasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam rangka kemitraan Pertashop.

Kegiatan itu bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran KUR tahun 2021 dan mempercepat proses pembangunan Pertashop. Selain itu juga dalam rangka mewujudkan pemerataan energi dan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian, Gede Edy Prasetya, mengatakan bahwa KUR merupakan kredit pembiayaan untuk modal kerja.

Tidak hanya itu, KUR juga menyediakan layanan investasi yang dapat membantu masyarakat dalam kondisi yang sulit seperti saat ini.

Menurutnya, pada tahun 2020 kemarin capaian penyaluran KUR sangat baik. Realisasinya mencapai 197 triliun rupiah atau mencapai 103 persen dari target.

“Tahun 2021 kami targetkan penyaluran KUR mencapai 253 triliun rupiah,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima bisnistuban.com di Tuban, Kamis (4/2).

Oleh sebab itu, Gede mengapresiasi kesempatan inovasi kerjasama akses KUR untuk Program Pertashop karena sangat bermanfaat bagi calon mitra dan masyarakat secara umum.

Ia menegaskan, potensi bisnis portofolio Pertashop sebagai lembaga penyalur energi resmi Pertamina ke masyarakat sangat bagus dan masih bisa dikembangkan inovasi layanannya.

Kegiatan itu diharapkan dapat menemukan metode dan pola terbaik dalam mendorong penyaluran KUR untuk implementasi Program Pertashop. Sehingga tujuan besar penyaluran KUR dan Pertashop bisa dicapai bersama.

“Ini akan menjadi wujud sinergi dan kolaborasi BUMN, Kemenko Perekonomian, serta Kemendagri dengan tujuan memberikan beragam manfaat bagi masyarakat yang kita layani,” ungkap Gede.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid, menyampaikan bahwa Pertashop adalah salah satu jawaban untuk penyaluran energi hingga ke desa dan titik yang belum dilayani Pertamina.

Keberadaan Pertashop merupakan bentuk dukungan terhadap ketahanan energi agar penyalurannya tidak berhenti hanya di SPBU saja. Selain itu, Pertashop juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi di daerah penempatannya.

Saat ini, sudah beroperasi sebanyak 1.112 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan untuk 2021, ditargetkan sebanyak 10 ribu Pertashop baru sudah dapat beroperasi.

“Pertashop adalah salah satu implementasi Program One Village One Outlet (OVOO) yang bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas energi bagi masyarakat dengan kualitas dan harga yang sama,” tandasnya.

Sekedar informasi, untuk pendaftaran kemitraan Pertashop syarat utamanya terdiri dari dua (2) kriteria, Kriteria Administrasi Persyaratan dan Kriteria Lokasi.

Untuk pola kerjasamanya ada tiga (3) tipe yang ditawarkan, Gold (210m² kapasitas tangki 3 Kilo Liter), Platinum (300m² kapasitas tanki 10 KL), dan Diamond (500m² kapasitas tanki 10 KL).

Perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) yang dapat beroperasi, misalkan agen pulsa, toko sembako, mini market, kafe/restoran, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

Terkait standar, Mas’ud menekankan bahwa alon mitra dan masyarakat juga tidak perlu khawatir. Seluruh tipe Pertashop dipastikan memenuhi standar kualitas produk, standar keselamatan, dan standar operasional yang sama seperti di SPBU.

“Kualitas produk dan harganya sama dengan di SPBU, tangki, dispenser, dan alat lain sudah kami tes kekuatannya, alat pemadam juga tersedia untuk keadaan darurat. Terakhir secara operasional, operator akan kami latih untuk dapat bekerja sesuai standar yang berlaku,” jelasnya.

Penulis: Mahfud Hariadi

Editor: Rr. Immamul Muttakhidah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here