Foto: rri.co.id
Foto: rri.co.id

BT.com, Tuban – Bencana non alam yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perekonomian terpukul, tidak terkecuali usaha-usaha kecil. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini dipandang mampu bertahan di tengah krisis nyatanya juga terdampak.

Maka dari itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berupaya untuk mendukung penyelematan dan pemulihan UMKM. Segmen mikro BRI telah menemukan ketangguhan baru untuk bangkit dan kembali melakukan ekspansi tahun ini.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyampaikan bahwa pihaknya merasa optimis dengan kinerja segmen mikro pada tahun ini. Ditambah lagi jika penyebaran virus melandai maka kinerja UMKM diprediksi semakin cepat untuk bangkit.

Tetapi, jika kondisi kesehatan masih memburuk, Supari yakin bahwa segmen mikro akan tetap bisa bangkit karena pelaku usaha mikro cepat beradaptasi.

“Kami yakin segmen mikro ini sudah mampu melewati titik terendahnya dan akan cepat mulai bangkit tahun ini. Pemerintah mendorong vaksin lebih agresif sehingga meningkatkan akselerasi pemulihan kinerja pelaku usaha mikro,” ujar dia dalam keterangan resmi yang diterima bisnistuban.com di Tuban, Selasa (23/3).

Supari mengatakan, penyebaran virus sudah melandai dalam kurun waktu belakangan ini. Apalagi, pemerintah juga terus mempercepat program vaksinasi. Hal ini diyakini dapat mendorong mobilitas ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik.

“secara tidak langsung meningkatkan konsumsi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa optimisme BRI kepada kepada usaha mikro ini tergambar pada penyaluran kredit mikro tahun 2021 yang masih baik. BRI mencatat permintaan kredit mikro dan kecil masih cukup kuat untuk kredit bersubsidi maupun nonsubsidi.

“Kondisi positif ini melanjutkan tren baik BRI dalam penyaluran kredit mikro sepanjang 2020,” jelas Supari.

Untuk informasi, berdasarkan laporan BRI, penyaluran kredit mikro sepanjang tahun lalu mencapai 351,3 triliun rupiah yang disalurkan kepada lebih dari 11 juta nasabah. Angka itu mencapai 40 persen dari total pembiayaan BRI yakni 938,37 triliun rupiah.

Pertumbuhan kredit mikro pada 2020 mencapai 14,2 persen secara year on year (YoY), jauh melampaui pertumbuhan segmen lain dan angka pertumbuhan industri yang minus 2,41 persen. (Lif/RIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here