Foto: pertamina.com
Foto: pertamina.com

BT.com, Tuban – Japan Marine United (JMU) telah berhasil menyelesaikan Very Large Cude Carriers (VLCC) Pertamina Pride meskipun saat ini dunia tengah dilanda pandemi Covid-19.

Kerjasama antara JMU dan PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan kapal VLCC tersebut dalam rangka mendukung keandalan pasokan minyak mentah di Indonesia.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan bahwa pengelolaan Kapal Pertamina Pride bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan dan keberlanjutan energi di Indonesia.

“Setelah uji coba fisik serta legalitas kapal VLCC selesai, Pertamina siap untuk mengambil dan mengelola kapal tersebut,” ujar Nicke saat acara Delivery Ceremony The 1st VLCC Pertamina Pride di Gedung Patra Jasa, Jakarta dan disaksikan langsung melalui virtual dari JMU Ariake Shipyard di Jepang, Selasa (9/2).

Nicke mengungkapkan, pembangunan kapal VLCC juga bertujuan untuk memperkuat usaha Pertamina dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan biaya pengapalan.

Kapal VLCC ke depan diprediksi akan memiliki daya saing usaha seiring dengan meningkatnya permintaan minyak mentah nasional. Tidak hanya itu, kapal ini juga akan meningkatkan keandalan energi nasional.

Apalagi, nantinya akan ada peningkatan permintaan minyak mentah nasional karena keberadaan proyek strategis yang dijalankan oleh Pertamina seperti Grass Root Refinery (GRR) dan Refinery Development Mega Project (RDMP).

“Sehingga bisa meningkatkan keandalan dalam penyaluran pasokan, khususnya mengamankan pengiriman minyak mentah untuk Kilang Pertamina,” tandasnya.

Nicke menuturkan, pengoperasian kapal VLCC Pertamina Pride bukan hanya menjadi kebanggaan perusahaan Pertamina, namun juga kebanggaan Indonesia dan masyarakatnya.

Pengoperasian kapal VLCC ini akan menjadi penghasil pendapatan untuk meningkatkan peluang pertumbuhan perusahaan bisnis transportasi internasional, khususnya untuk Pertamina International Shipping (PIS).

“yang lebih penting adalah tidak hanya menjadi kebanggaan perusahaan tetapi juga kebanggaan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Komisaris Utama Pertamina, Pahala N. Mansyuri mengapresiasi langkah Pertamina dalam pembangunan kapal VLCC tersebut.

Menurutnya, pembangunan kapal itu merupakan sinyal bagi Indonesia untuk bisa mandiri dalam pelbagai bidang, termasuk energi. Pahala meyakini bahwa energi akan menjadi elemen penting dan menjadi salah satu kunci pertumbuhan di masa mendatang.

“Mampu memiliki dan mengoperasikan VLCC sendiri pastinya ini menjadi tanda bahwa Indonesia dapat memberikan sinyal, bahwa kami bisa mandiri,” tutupnya. (Lif/RIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here