Review Novel Bumi Manusia
FOTO: ISTIMEWA

Minggu ini tayang di Tuban, berikut 5 fakta menarik novel Bumi Manusia yang keren itu

Film Bumi Manusia garapan sutradara kenamaan tanah air, Hanung Bramantyo, sudah mulai tayang di bioskop seluruh tanah air, termasuk di Tuban, sejak kemarin, 15 Agustus 2019. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dengan judul yang sama.

Dibintangi oleh aktor muda yang kini lagi populer, Iqbaal Ramadhan dan Mawar Eva de Jongh, film ini juga dibintangi oleh bintang film papan atas tanah air seperti Ine Febriyanti, Ayu laksmi dan Donny Damara.

Langsung saja ya bray, berikut ini beberapa fakta menarik tentang Film Bumi Manusia yang harus kalian simak:

  1. Novel Bumi Manusia pernah dilarang oleh Penguasa

Ternyata, saat selesai dibuat oleh empunya, Pramoedya Ananta Toer atau biasa disapa Pram, novel yang tahun ini dijadikan sinema film itu pernah dilarang peredarannya oleh pemerintahan Presiden Soeharto atau Orde Baru.

Pelarangan oleh penguasa itu dilakukan karena Pram dianggap memiliki kedekatan dengan paham kiri. Sebagaimana diketahui, Pram sendiri pernah bergabung dengan organisasi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang kerap dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

  1. Bumi Manusia lahir dari tanah buangan

Karena dianggap dekat dengan ideologi kiri, Pram dianggap berbahaya. Ia kemudian diasingkan ke Pulau Buru, Maluku, dan menjalani pembuangan sejak Agustus 1969 hingga Novemver 1979.

Meskipun terkurang dalam pembuangan, ternyata hal itu tidak menyurutkan Pram untuk menulis dan berkarya. Dari tanah buangan itu, Pram berhasil melahirkan karya monumental dengan sebutan ‘Tetralogi Pulau Buru’ yang berisikan empat seri novel berjudul Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca.

  1. Tokoh utama Tetralogi Pulau Buru merujuk pada TAS

Karya Pram yang dilahirkan dalam masa pembuangan itu—Tetralogi Pulau Buru—berkisah tentang perjalanan hidup Minke, tokoh fiksi dengan karakteristik intelektual Jawa keturunan ningrat, yang berusaha menyebarkan gagasan kemerdekaan pada masa awal-awal kebangkitan nasional.

Berdasarkan beberapa informasi, tokoh Minke memiliki kedekatan karakter dengan Tirto Adhi Suryo, tokoh perintis jurnalistik bumiputra yang juga pelopor pergerakan nasional pada masa awal abad 20.

  1. Minke, si anak muda revolusioner pada zamannya

Dalam novel itu dikisahkan tokoh utamanya, Minke, adalah seorang anak Bupati yang memiliki kepandaian luar biasa. Ia beruntung dapat bersekolah di HBS bersama dengan anak keturunan Eropa.

Dari sekolahnya itu, Minke merasakan ketertindasan dan ketidakadilan. Kesadaran perlawanannya kemudian mulai tumbuh. Bahkan, selain melawan hukum kolonialisme, dia juga berani melawan ketidakadilan yang ada pada kebudayaan Jawa.

  1. Kisah cinta berhadapan dengan tembok kolonialisme

Pada perjalanannya, Minke jatuh cinta dengan gadis cantik bernama Annelies, seorang anak dari gundik (simpanan) bumiputera bernama Nyai Ontosoroh dengan suami seorang Belanda bernama Herman Mellema.

Kisah cinta antara Minke dan Annelies harus dihadapkan pada hukum kolonialisme saat itu. Meskipun Minke dan Nyai Ontosoroh yang merepresentasikan pribumi melakukan perlawanan, namun, pada akhirnya mereka mereka tetap kalah dengan hukum kolonial. Kedua adalah pribumi yang terasing di tanah mereka sendiri.

Bray, ulasan di atas adalah fakta-fakta mengenai novel Bumi Manusia yang kemudian dijadikan sinema film dan mulai ditayangkan pertengahan Agustus ini.

Semoga ulasan di atas bisa menjadi bekal kalian semua sebelum nonton film nya langsung di bioskop nanti.

Penulis: Hendri Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here