Foto: forbes.com
Foto: forbes.com

Generasi milenial saat ini ternyata memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan perekonomian Indonesia. Bahkan, mereka dinobatkan sebagai penentu wajah ekonomi Indonesia ke depan.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melaporkan bahwa saat ini generasi milenial dengan rentan usia 20-35 tahun berjumlah 63 juta jiwa. Dengan kata lain, 23 persen penduduk Indonesia berusia produktif.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2017 penduduk Tuban berjumlah 1.276.883 jiwa dan penduduk dengan usia 20-35 tahun berjumlah 291.338 jiwa. Artinya, 22,9 persen pendudukan Tuban adalah generasi milenial.

Besarnya jumlah generasi milenial menjadi peluang dan tantangan sekaligus bagi bangsa ini. Penting sekali bagi Indonesia memahami perilaku generasi milenial dengan mendorong mereka menjadi penggerak ekonomi nasional.

Lapangan pekerjaan bagi generasi milenial menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan sebelum menjadikan mereka sebagai penggerak perekonomian nasional. Sebab, milenial ternyata memiliki perilaku kerja yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Berikut kecenderungan-kecendrungan perilaku kerja milenial yang berhasil dihimpun oleh IDN Research Institute dalam laporan mereka tahun 2019 ini:

1. Mencari Pekerjaan di Situs Lowongan Kerja

Rujukan generasi milenial dalam mencari pekerjaan adalah internet. Ya, kita semua tentu paham bahwa milenial adalah digital native yang hampir semua aktivitasnya selalu bergantung pada internet dan dunia digital.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa satu dari dua generasi milenial mencari pekerjaan dari situs lowongan kerja di internet.

2. Gaji Masih Jadi Pertimbangan Utama

Dalam memilih jenis pekerjaan, faktor utama yang menjadi pertimbangan generasi milenial adalah gaji. Dalam temuan penelitian, 83, 7 persen masih melihat seberapa besar gaji yang diberikan kepadanya.

3. Tingkat Loyalitas Rendah Terhadap Tempat Kerja

Generasi memiliki tingkat loyalitas rendah terhadap perusahaan tempat ia bekerja. 3 dari 10 milenial merencanakan bertahan dalam satu pekerjaan tertentu di perusahaan selama 2-3 tahun. Setelah itu, mereka akan mencari pekerjaan lain dengan suasana dan fasilitas yang berbeda.

4. Lebih Suka Bekerja dengan Kebebasan dan Kreativitas

Salah satu faktor pertimbangan milenial bertahan dalam satu pekerjaan tertentu adalah kebebasan berkreasi dalam menjalankan pekerjaan. Mereka tidak menyukai pekerjaan yang prosedural dan penuh tekanan. Baru setelah itu, waktu kerja yang fleksibel dan tim kerja yang mendukung menjadi faktor lain.

5. Minat Entreprenuership Tinggi

Ketertarikannya generasi milenial untuk menjadi entreprenuer  sangat tinggi. Sebagian besar dari mereka memiliki keinginan untuk menjadi seorang pengusaha.

Munculnya beberapa pengusaha muda yang sukses menjadikan motivasi tersendiri bagi mereka untuk memulai bisnis.

Berdasarkan temuan riset, 69,1 persen generasi milenial tertarik untuk memulai bisnis dengan membuka usaha tertentu. Dengan ini, 7 dari 10 milenial di Indonesia memiliki jiwa entreprenuership.

Jadi, pada kesimpulannya, untuk menjadikan milenial sebagai pendorong ekonomi di suatu daerah perlu langkah dan strategi tertentu yang memperhatikan perilaku mereka dalam memandang dunia kerja.

Karena, jika tidak dikelola dengan strategi yang benar, mereka tidak segan-segan untuk meninggalkan sebuah pekerjaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here